Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Wednesday, October 15, 2014

Sosok Vlad III Dracula Dalam 2 Versi

Versi Holywood:

Sekitar tahun 1400-an, Turki menguasai dunia. Mereka mengambil anak laki-laki usia belia untuk dijadikan pasukan tentara mereka. Transylvania, menjadi wilayah yang paling banyak diambil anak laki-lakinya. Dan salah satu dari anak laki-laki tersebut, adalah Vlad.

Begitu dewasa, Vlad memutuskan untuk kembali ke Transylvania, ke Castle Dracula, tempat asalnya. Di sana ia menjadi seorang pangeran, bukan lagi prajurit perang untuk Turki.

Lama sudah Vlad meninggalkan dunia peperangan, bahkan lebih lama dari waktunya tinggal di Turki. Namun sahabat karibnya sewaktu perang, Mehmed, yang saat ini menjadi seorang sultan Turki, tiba-tiba datang menemui Vlad. Terkejut, apalagi setelah Vlad mengetahui maksud kedatangan Mehmed yang ingin meminta seribu orang anak laki-laki untuk dijadikan tentara Turki. Dan permintaannya satu lagi, adalah dengan memberikan Ingeras, putera tunggal Vlad, kepada Mehmed, dan dibesarkan di sana, sebagaimana Vlad dahulu.

Dan jika Vlad tak memenuhi permintaan Mehmed, maka peranglah yang akan terjadi. Sebagai seorang pangeran, Vlad tentu tak ingin rakyatnya menjadi korban. Juga sebagai seorang ayah, ia tak akan mau menyerahkan putera semata wayangnya untuk dijadikan tentara Turki.

Vlad pun memutuskan untuk tidak memenuhi permintaan Mehmed. Dan sekarang yang menjadi permasalahan adalah, pasukan Turki di bawah komando Mehmed akan segera menyerang istana tempat Vlad dan rakyatnya bernaung. Vlad akhirnya merubah dirinya menjadi drakula dan mendapat pasukan kuat untuk melawan pasukan Turki dari bantuan Iblis. (Sumber: http://www.pkspiyungan.org/2014/10/ini-kisah-kekhalifan-turki-dalam-film.html )

Versi Muslim:

“Dracul-ae” itu sebutan bahasa Rumania untuk bangsawan Ordo Naga (Rumania; Draco = Naga), dan akhiran “-ae” bermakna “putranya dari”. Adapun “Ordo Naga” ini sendiri adalah salah satu kelompok ksatria yang disiapkan oleh Sigismund sang Raja Suci Romawi sebagai ksatria khusus dalam perang salib

Nama Dracula sendiri merujuk pada Vlad III “Tepes”, anak dari Vlad II voivode (gubernur) Wallachia, Rumania. Pada masa Vlad II ayahnya, Wallachia dikuasai oleh Kesultanan Utsmani, dan sebagai jaminan kesetiaan, Vlad III (Dracula) kemudian disekolahkan di Kesultanan Utsmani

Dracula/Vlad III lalu dididik di kesatuan Yeniseri bersama adiknya Radu cel Frumos, dan mereka belajar di kesatuan militer terbaik di masanya. Usia Dracula waktu itu masih belia, 13 tahun saja, hanya selisih satu tahun dari Muhammad Al-Fatih yang berusia 12 tahun. Namun walau masih belia, Dracula sudah disumpah dalam Ordo Naga yang dibentuk untuk memerangi kaum Muslim, dan itulah yang jadi niatnya. Karenanya dia sangat membenci Muhammad Al-Fatih dan Islam, walau adiknya Radu cel Frumos menjadi Muslim dan kepercayaan Al-Fatih pada gilirannya

Saat ayahnya Dracula, Vlad II dibunuh dan dikudeta pada 1447 oleh John Hunyad dari Hungaria, Kesultanan Utsmani lalu membantu membebaskan Wallachia dari cengkeraman John Hunyad. Selepas itu Sultan Murad II, ayah Muhammad Al-Fatih, lalu meminta pada Dracula untuk menggantikan ayahnya memimpin di Wallachia

Diluar dugaan, inilah kesempatan yang ditunggu-tunggu Dracula, yang sedari awal pun membenci ayahnya karena mau tunduk pada Muslim. Berbekal bahasa Arab, Turki dan pengetahuan militer di Yeniseri, Dracula menyamar menjadi bagian dari kaum Muslim di setiap benteng-benteng kaum Muslim dan menghabisi benteng-benteng Islam di Rumania dari dalam

Baru pasca penaklukkan Konstantinopel di 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih baru sempat menghadapi Dracula secara khusus. Pada 1462 Muhamad Al-Fatih memerintahkan Hamzah Bey membawa 1.000 pasukan untuk menangkap Dracula, dan nasib 1.000 pasukan ini berakhir tragis.

Dracula menggunakan kemampuan infiltrasinya dengan apa yang dia pelajari di Yeniseri, dia benar-benar memahami taktik dan strategi berperang ummat Muslim, lalu dengan gerakan-gerakan yang efektif, Dracula kemudian mengalahkan dan membantai 1.000 pasukan Muslim itu. Dracula menyula (menusuk dengan kayu dari anus hingga tembus ke kerongkongan) 1.000 pasukan ini, hingga jadi hutan mayat manusia. Hamza Bey, komandan pasukan ini, ditempatkan ditengah hutan mayat dan ditaruh di kayu paling tinggi sebagai simbol

Sejak itu Vlad III Dracul mendapat gelar “Tepes” atau “The Impaler” – “Sang Penyula”, kekejamannya dikenal dan diakui dunia

Mendapati hal ini, Sultan Muhammad Al-Fatih lalu menugaskan Radu Cel Frumos, adik dari Vlad III Dracula untuk memimpin 90.000 pasukan guna menghentikan Dracula. Perlu serigala untuk hentikan serigala, Al-Fatih paham bahwa Radu orang yang tepat karena dataran Rumania hanya bisa dipahami orang aslinya

Berbeda dengan kakaknya Vlad III Dracula, adiknya Radu Cel Frumos (The Handsome) ini memeluk Islam dan menjadi Muslim serta pemimpin pasukan khusus Yeniseri. Radu memimpin 90.000 menerobos hutan dan tanah berbukit Rumania untuk menyerang kakaknya Dracula yang bertahan di benteng ‘Poenari’ miliknya.

Pertempuran ini sangat tidak mudah, mengingat Cetatea Poenari (Benteng Poenari), sangat terjal tanahnya dan sulit ditembus. Akhirnya serangan Radu pada 1462 puncaknya di Benteng Poenari terjadi malam hari yang dikenal “Atacul de Noapte” – “The Night Attack”.

Radu cel Frumos menggantikan Dracula jadi pemimpin Wallachia setelah mengalahkannya. Dracula yang kalah dalam peperangan menyelamatkan diri dan lari meminta perlindungan pada John Hunyad Raja Hungaria. Dracula menghabiskan sisa hidupnya dibawah pembunuh ayahnya, John Hunyad yang juga musuh Al-Fatih lainnya, sebelum akhirnya Dracula meninggal pada 1478 ditebas pedang pasukan Utsmani juga.

Kebanyakan orang mengenal Dracula dari novel besutan Bram Stoker, namun jarang sekali yang mengetahui bahwa Dracula itu memang ada nyatanya dan Bram Stoker terinspirasi dari kekejaman tokoh aslinya.
Tidak hanya nyata, sampai sekarang Dracula masih jadi pahlawan rakyat Rumania, dan masih ada hubungannya dengan sejarah Islam. Lebih jelas lagi, Dracula atau Vlad Dracul III ini adalah salah satu lawan perang yang berpengaruh dari Sultan Muhammad II Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel.

Namun warisan Dracula tetap kekal bagi dunia, kekejaman tiada banding yang dia contohkan, dan kebiadaban tanpa batas. Sampai saat ini Rumania mengakuinya sebagai pahlawan negara dalam perang salib, dan patung-patungnya bertebaran di Rumania. Bagi kaum Muslim, Dracula adalah simbol kekejaman musuh kemanusiaan, penusuk manusia, dan penghisap darah. Namun saat ini konsep Dracula, Vampir, dibuat dan dibungkus dengan bagus hingga memikat ummat Muslim dan melupakan wajah aslinya. Sedangkan Muhammad Al-Fatih, selepas memadamkan pergerakan Dracula lalu menghadapi John Hunyad, dan George Skanderberg, lawan lainnya. (Sumber: http://felixsiauw.com/home/muhammad-al-fatih-sang-ghazi-dan-vlad-iii-dracula-sang-pemancang/ )

Thursday, June 12, 2014

Plot Film yang Menyenangkan

Apa kesamaan film "All the President's Men" (APM) dengan "Mississippi Burning" (MB)? Dalam APM dikisahkan tentang perjuangan beberapa wartawan untuk mengungkap skandal politik yang dilakukan presiden USA dan orang-orang dekatnya. Sedangkan MB mengisahkan tentang perjuangan beberapa agen FBI untuk mengungkap kasus pembunuhan pemuda kulit hitam karena kebencian rasialis.

Dalam APM maupun MB, wartawan maupun agen FBI pada awalnya menghadapi jalan buntu. Tak ada bukti yang cukup. Tak ada yang mau membantu walaupun tahu.

Dalam kedua film, pihak protagonis harus melakukan upaya masif untuk mendapatkan bukti. Si wartawan harus mengerahkan puluhan atau ratusan orang untuk meneliti berkas-berkas yang terkait dengan skandal yang kemudian terkenal dengan sebutan Watergate ini. Sementara si agen FBI harus mengerahkan ratusan agen tambahan untuk mencari lokasi dibuangnya korban.

Dalam APM, titik terang baru muncul setelah ada orang dalam lingkaran presiden yang membocorkan rahasia. Dalam MB, butuh bantuan istri salah seorang polisi korup untuk mendapatkan clue siapa yang bisa ditangkap lebih dahulu untuk membuka selubung kelompok KKK.

Pada akhirnya, setelah selubung kejahatannya terkuak sedikit, kisah mengalir cepat dengan kemenangan di pihak protagonis. Plot yang klasik tapi menyenangkan.

Saturday, June 7, 2014

Sederhananya Somewhere Street


Somewhere Street (Shanghai, China
Kalau mau nonton acara jalan-jalan yang tidak terlalu neko-neko, coba simak Somewhere Street di NHK World tiap Minggu pukul 0600 wib. Kita akan diajak berkeliling seolah-olah sambil membawa kamera video. Pembawa acara ataupun kru lainnya tidak akan tampak. Hanya ada suara narator yang seolah menjadi si pembawa kamera.
 
Biasanya dalam durasi kurang dari satu jam kita akan dibawa berjalan kaki mengitari sebuah kota tua. Sesekali akan ditampakkan peta dan jalan mana yang sudah dilewati. Kamera bergerak melintasi pedestrian, gang sempit, lorong pasar, masuk ke toko dan rumah yang pintunya terbuka, coba ngobrol dengan siapapun yang ditemui di sepanjang jalan tentang apa yang sedang terjadi saat itu.
 
Sesekali intermezzo muncul, biasanya tentang 3 makanan terfavorit di daerah itu. Acara dimulai seiring bergeraknya kamera sejak pagi hari hingga sore saat matahari terbenam. Tempat favorit untuk menutup acara ini biasanya di pinggir pantai atau sungai atau jalan raya yang ramai oleh orang-orang yang sedang bersantai menikmati sunset.
 
Sederhana sekali konsepnya. Pembicaraan ringan dengan warga lokal mulai dari anak sekolah hingga para lansia memberikan wawasan bagaimana kehidupan berdenyut di daerah itu setiap harinya. Obrolannya ringan, seputar apa yang sedang dilakukan, mengapa, mau kemana, bolehkah kamera ikut, dan sedikit pujian.
 
Kontennya sudah inspiratif. Tapi konsep acaranya sendiri bahkan lebih inspiratif.