Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sunday, September 27, 2015

Musibah Mina 2015

Haji tahun ini cukup banyak mengharubiru, menyedot perhatian dunia, terutama karena dua insiden:

1. Jatuhnya crane di area Masjidil Haram. Baca beritanya disini. Baca pula reaksi pemerintah Saudi Arabia.

2. Kekacauan (stampede) di jalur pejalan kaki menuju lokasi Jamarat di Mina.

Kekacauan yang terjadi cukup tragis, bahkan 700an orang wafat dan ratusan lain luka-luka karena terinjak-injak dan kepanasan.

Iran dikatakan sebagai negara dengan jumlah korban terbanyak. Wajar jika pemerintah negara basis Syiah ini meradang. Tapi banyak pula pihak yang curiga jangan-jangan Iran justru jadi dalang dibalik insiden tersebut. Ini bisa ditelusuri dari sejarah masa lalu Syiah.

Pemerintah Saudi Arabia bukan tak punya usaha perbaikan sama sekali. Turki sebagai salah satu negara terkemuka tetap mendukung. Banyak laporan tentang perbaikan dalam skala masif yang dilakukan oleh "Pelayan Dua Tanah Suci".

Tapi di sisi lain dunia, kaum liberal yang mengaku "peduli" pada umat Islam, mulai menawarkan solusi "fantastis". Mulai dari perpanjangan masa puncak ibadah haji hingga 2 bulan (wow...), sampai penghapusan haji dari rukun Islam (ruarrrr biasa!!!).

Padahal yang lebih dibutuhkan adalah penerapan IPTEK secara lebih efektif di seluruh lokasi ibadah haji. Salah satunya adalah dengan terus mengkaji metode terbaik mengatur aliran manusia. Bisa jadi seluruh jalur haji harus menggunakan ban berjalan untuk mencegah orang yang berusaha melawan arus. Bisa pula dengan sistem katup buka tutup skala mikro di semua ruas jalan dan saringan manusia untuk mencegah jumlah manusia melebihi kepadatan tertentu dalam setiap area. Kita lebih butuh ahli ilmu eksakta dan engineer, daripada pemikir filsuf tak jelas.

Thursday, April 2, 2015

Makkah, di Akhir Abad XIX

@HistoryOttoman: A View of The Ka'aba and Surrounding Buildings in Makkah, 1893 (Mekke, 1893) #OttomanEmpire pic.twitter.com/b5NH8l4LwG -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Ini adalah pemandangan seputar Ka'bah yang dikelilingi pilar-pilar yang dibangun oleh khilafah Turki Usmani. Sekarang sebagian pilar akan ditata ulang menyesuaikan dengan perluasan Masjidil Haram.

Pengaruh Khilafah Usmani di Indonesia

@HistoryOttoman: An Indonesian Man Sells the Posters of Ottoman Sultans in Sumatra Indonesia, 1910s Seem the Poster of Sultan Mehmed V pic.twitter.com/Jonwnz0NEZ -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Sri Sultan HB X dalam acara Kongres Umat Islam Indonesia ke-6 di Jogja mengungkapkan fakta sejarah bahwa keraton Yogyakarta adalah bagian pelanjut dari Khilafah Turki Usmani di tanah Jawa (link berita). Pengungkapan ini patut diapresiasi karena membuktikan luasnya pengaruh kekhalifahan Islam terakhir ini di dunia. Lebih lanjut, Khilafah Usmani pula yang mengukuhkan Raden Fatah, Sultan Demak, sebagai perwakilan resmi Khilafah Usmani pada tahun 1479. Dan pada tahun 1903 saat kongres khilafah di Jakarta, M. Amin Bey, utusan Turki Usmani, menyatakan haram hukumnya penguasa muslim tunduk pada Belanda.

Turki Usmani pula yang mengirim Wali Songo ke nusantara di abad XIII, seperti Maulana Malik Ibrahim dari Turki, Maulana Ishaq dari Samarqand, dan Maulana Hasanuddin dari Palestina. Sebelum ke tanah Jawa, biasanya mereka singgah dulu di Aceh (Samudra Pasai). Inilah yang membuat Aceh disebut juga sebagai "serambi Mekkah".

Sebagai Khadimul Haramain (pelayan dua tanah haram, Mekkah dan Madinah), Turki Usmani mengambil langkah-langkah untuk mengamankan perjalanan haji dari seluruh penjuru dunia. Maka armada mereka pun menguasai samudra Hindia yang saat itu rentan gangguan dari armada Portugis. Secara tak langsung ini menghidupkan hubungan dagang dengan penduduk nusantara.

Akhirnya, setelah Khilafah Turki Usmani diruntuhkan oleh Kemal Ataturk, tokoh pergerakan Islam di Indonesia merespon dengan mengadakan kongres khilafah di Surabaya tahun 1924 serta mengirim delegasi kongres khilafah di Kairo (link tulisan Roudhlotul Jannah).

Monday, March 9, 2015

Gambar: Fiqh Jurnalistik

@irfan_beik: Dapet kiriman gambar fiqh jurnalistik. Saya share disini ya :) pic.twitter.com/AZA5I9AUlA -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Allah berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". [Al Hujurat : 6].

Dalam ayat ini, Allah melarang hamba-hambanya yang beriman berjalan mengikut desas-desus. Allah menyuruh kaum mukminin memastikan kebenaran berita yang sampai kepada mereka. Tidak semua berita yang dicuplikkan itu benar, dan juga tidak semua berita yang terucapkan itu sesuai dengan fakta. (Ingatlah, pent.), musuh-musuh kalian senantiasa mencari kesempatan untuk menguasai kalian. Maka wajib atas kalian untuk selalu waspada, hingga kalian bisa mengetahui orang yang hendak menebarkan berita yang tidak benar.

Allah berfirman.

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ . يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ . يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ

"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka adzab yang besar, pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Pada hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka, bahwa Allah-lah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya)". [An Nur 23-25].

Wahai para penebar desas-desus! Wahai para pembuat kedustaan! Hai orang yang tidak senang melihat orang mukmin saling mencintai sehingga dipisahkan! Hai orang yang tidak suka melihat kaum mukmin aman! Hai para pencari aib orang yang baik! Tahanlah lidahmu, karena sesungguhnya kamu akan diminta pertanggungjawaban kata-kata yang engkau ucapkan.

(Kutipan dari http://almanhaj.or.id/content/2634/slash/0/berita-dan-bahayanya/)

Sunday, March 8, 2015

Pandangan Muslim Mengenai Yahudi

Ada dua sudut pandang yang bertolak belakang di kalangan umat Islam mengenai Yahudi. Menggunakan bahasa NU, saya coba menyebutnya sebagai versi Gusdurian dan versi Wahabi.

Versi Gusdurian pada dasarnya menjelaskan bahwa ada banyak aliran dalam Yahudi, ada yang bersahabat dengan Islam namun ada juga yang mentalnya penjajah/zionis. Dengan yang bersahabat, maka kaum Gusdurian mengkampanyekan persaudaraan. Dengan zionis, mereka mengkampanyekan perdamaian. Jadi urusan dengan Yahudi hanya soal batas kewilayahan dan dianggap sudah selesai jika sudah hidup berdampingan secara damai (Israel dengan Palestina).

Berikut adalah petikan dari http://www.gusdurian.net/id/article/kajian/Gus-Dur-Erdogan-dan-Israel/ :
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa yang sebenarnya ada di benak Gus Dur ketika ia melontarkan wacana pembentukan hubungan dagang dengan Israel ketika memimpin Indonesia?

Gus Dur pertama kali menyampaikan gagasannya untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel pada gelaran Konferensi Indonesia Next di Jimbaran, Bali, hanya beberapa hari setelah ia dilantik sebagai Presiden RI. Hadir dalam pertemuan itu, Paul Wolfowitz (mantan Dubes RI untuk Indonesia) dan Harold Crouch (Ahli militer Indonesia dari ANU).

Gagasan tersebut sontak mendapatkan respons. Walaupun demikian, sebetulnya gagasan ini bukanlah hal yang baru dari Gus Dur. Sejak 1990an, ia sudah menyerukan gagasan serupa: konflik Israel-Palestina takkan berakhir jika tidak ada seorang muslim  yang menjadi penghubung.

Maka ia berangkat ke Israel, bertemu dengan beberapa orang penting bersama, dan hasilnya dicibir banyak orang.

Tapi Gus Dur rupanya tetap ngeyel. Ia tetap melanjutkan gagasan itu hingga tahun-tahun berikutnya. Belakangan, ia mengajukan argumentasinya pada tahun 2002, setelah hiruk-pikuk soal wacana itu agak sedikit memudar. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Jennifer Byrne, jurnalis Australia.

Kata Gus Dur kurang lebih demikian, “Israel percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Jika pada negara yang tak bertuhan seperti Rusia dan RRC saja kita menjalin hubungan diplomatik, mengapa dengan Israel yang jelas-jelas bertuhan tidak? …Orang Islam itu rasional dan mengakui Israel secara diplomatis itu rasional”[1]

Gus Dur seperti ingin mengatakan: agama bukan penghalang kita untuk berdiplomasi. Seharusnya, yang dipakai sebagai nalar diplomasi adalah rasionalitas—bagaimana menempatkan posisi ‘negara’ secara rasional.

Argumen di atas, jika dilihat secara emosional dan reaksioner, akan menggiring pembaca pada tudingan bahwa Gus Dur mendukung Israel. Apalagi, mengingat ia beberapa kali bolak-balik Israel dan menghadiri undangan dari sana. Akan tetapi, dengan menginisiasi hubungan diplomatik dengan Israel, sebetulnya ada satu hal yang perlu ditangkap: ini bukan  soal dukung-mendukung. Ini soal, meminjam argumentasi Gus Dur dan Alwi Shihab di The Jakarta Post (20/11/1999), membuka jalan untuk membantu penyelesaian konflik Timur Tengah.

Secara geopolitik, Israel sebetulnya sudah bercokol di Asia Tenggara lewat Singapura. Negara tersebut sudah menjalin hubungan erat dengan Israel sejak awal kemerdekaannya. Prakondisinya mudah saja: Singapura ‘mirip’ dengan Israel, terjepit di antara dua kekuatan besar yang tidak menyukai dirinya (baca: Indonesia dan Malaysia).

Dus, dengan membuka hubungan diplomatik, peta geopolitik Asia Tenggara bisa sedikit bergeser. Ini menjadi satu keuntungan bagi Indonesia dalam relasinya dengan Singapura.

Bagi Indonesia sendiri, sebetulnya, membuka hubungan diplomatik dengan Israel membuka peluang untuk memosisikan Indonesia lebih aktif dalam proses rekonsiliasi konflik. Indonesia sudah terlebih dulu punya hubungan diplomatik dengan Palestina, dan Dubes Palestina sudah bercokol lama di Jakarta. Dengan demikian, Indonesia akan punya peluang lebih besar dalam memediasi Israel dan Palestina tanpa ada hambatan politik yang berarti.

Di sinilah ‘cerdas’-nya Gus Dur. Membuka hubungan diplomatik bukan berarti ‘mendukung’ Israel. Ini soal siasat. Jika Indonesia tidak membuka relasi pertemanan yang lebih baik, bagaimana mungkin Indonesia bisa tampil dalam proses perdamaian?

Artinya, membuka hubungan diplomatik dengan Israel bukan berarti ‘mendukung penjajahan Israel atas Palestina’ seperti banyak dituduhkan selama ini, tetapi justru ‘turut serta menjaga ketertiban dunia’ sebagaimana diamanatkan Konstitusi.

Inilah ‘ijtihad’ yang coba diambil Gus Dur. ‘Ijtihad’ ini bukannya tidak berisiko. Risiko terbesar adalah ditolak warganya sendiri. Inilah yang menghampiri Gus Dur ketika ia menjadi presiden. Hambatan lainnya, tentu saja, soal yang remeh-temeh dalam politik internasional –keamanan regional, posisi Indonesia dalam pergaulan di negara-negara mayoritas Islam, spionase dan intelijen, hingga mobilitas orang dan keamanan nasional.

Namun, jika risiko tersebut tidak diambil, apa arti dari sebuah kebijakan politik? Plus dan minus dari suatu kebijakan pasti ada. Yang perlu dimiliki oleh seorang kepala negara adalah keberanian. Inilah yang dipunyai dan diajarkan oleh seorang Gus Dur ketika ingin membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Versi kedua adalah versi "Wahabi" menurut kacamata NU. Menurut versi ini, upaya Yahudi mencelakakan umat Islam sudah dilakukan sejak negara Islam berdiri di Madinah. Dan baru berakhir nanti menjelang hari kiamat, saat pertempuran puncak dimana seluruh Yahudi akan habis oleh pasukan Imam Mahdi. Jadi konflik Palestina vs Israel hanyalah salah satu pertempuran dari serentetan kisah sejarah Islam vs Yahudi.

Berikut kutipan dari Ust. Kholid Syamhudi :

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Demikianlah permusuhan dan usaha mereka merusak Islam sejak berdirinya Negara islam bahkan sejak Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam hijrah ke Madinah sampai saat ini dan akan berlanjut terus. Walaupun tidak tertutup kemungkinan mereka punya usaha dan upaya memberantas islam sejak kelahiran beliau n . hal ini dapat dilihat dalam pernyataan pendeta Buhairoh terhadap Abu Thalib dalam perjalanan dagang bersama beliau diwaktu kecil. Allah Ta’ala telah jelas-jelas menerangkan permusuhan Yahudi dalam firmanNya:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (Qs. 5:82)

Melihat demikian panjangnya sejarah dan banyaknya bentuk permusuhan Yahudi terhadap Islam dan Negara Islam, maka kami ringkas dalam 3 marhalah;

Marhalah pertama:
Upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masa awal perkembangan dakwah islam dan cara mereka dalam hal ini.

Diantara upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masa-masa awal perkembangannya adalah:

Pemboikotan (embargo) Ekonomi: Kaum muslimin ketika awal perkembangan islam di Madinah sangat lemah perekonomiannya. Kaum muhajirin datang ke Madinah tidak membawa harta mereka dan kaum Anshor yang menolong mereka pun bukanlah pemegang perekonomian Madinah. Oleh karena itu Yahudi menggunakan kesempatan ini untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka dan melakukan embargo ekonomi. Para pemimpin Yahudi enggan membantu perekonomian kaum muslimin dan ini terjadi ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengutus Abu Bakar menemui para pemimpin Yahudi untuk meminjam dari mereka harta yang digunakan untuk membantu urusan beliau dan berwasiat untuk tidak berkata kasar dan tidak menyakiti mereka bila mereka tidak memberinya. Ketika Abu Bakar masuk Bait Al Midras (tempat ibadah mereka) mendapati mereka sedang berkumpul dipimpin oleh Fanhaash –tokoh besar bani Qainuqa’- yang merupakan salah satu ulama besar mereka didampingi seorang pendeta yahudi bernama Asy-ya’. Setelah Abu Bakar menyampaikan apa yang dibawanya dan memberikan surat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam kepadanya. Maka ia membaca sampai habis dan berkata: Robb kalian butuh kami bantu! Tidak hanya sampai disini saja, bahkan merekapun enggan menunaikan kewajiban yang harus mereka bayar, seperti hutang, jual beli dan amanah kepada kaum muslimin. Berdalih bahwa hutang, jual beli dan amanah tersebut adanya sebelum islam dan masuknya mereka dalam islam menghapus itu semua. Oleh karena itu Allah berfirman:Di antara Ahli Kitab ada orang yang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaranmereka mengatakan:”Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (Qs. 3:75)Membangkitkan fitnah dan kebencian: Yahudi dalam upaya menghalangi dakwah islam menggunakan upaya menciptakan fitnah dan kebencian antar sesama kaum muslimin yang pernah ada di hati penduduk Madinah dari Aus dan Khodzraj pada masa jahiliyah. Sebagian orang yang baru masuk islam menerima ajakan Yahudi, namun dapat dipadamkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam . diantaranya adalah kisah yang dibawakan Ibnu Hisyam dalam Siroh Ibnu Hisyam (2/588) ringkas kisahnya: Seorang Yahudi bernama Syaas bin Qais mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajlis bareng dengan kaum Anshor, kemudian mengingatkan mereka tentang kejadian perang Bu’ats hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar membawa senjata-senjata masing-masing. Lalu hal ini sampai pada Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam. maka beliau shallallahu ’alaihi wa sallamsegera berangkat bersama para sahabat muhajirin menemui mereka dan bersabda:يَا مَعْشَر المُسْلِمِيْنَ اللهَ اللهَ أَبِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ وَ أَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ بَعْدَ أَنْ هَدَاكُمُ اللهُ لِلإِسْلاَمِ وَ أَكْرَمَكُمْ بِهِ وَ قَطَعَ بِهِ أَمْرَ الْجَاهِلِيَّةِ وَاسْتَنْقَذَكُمْ بِهِ مِنَ الْكُفْرِ وَ أَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ “Wahai kaum muslimin alangkah keterlaluannya kalian, apakah (kalian mengangkat) dakwah jahiliyah padahal aku ada diantara kalian setelah Allah tunjuki kalian kepada Islam dan muliakan kalian, memutus perkara Jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam serta menyatukan hati-hati kalian.” Lalu mereka sadar ini adalah godaan syetan dan tipu daya musuh mereka, sehingga mereka mengangis dan saling rangkul antara Aus dan Khodzroj. Lalu mereka pergi bersama Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallamdengan patuh dan taat yang penuh. Lalu Allah turunkan firmanNya: Katakanlah: ”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan. Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan.” Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (Qs. 3:99)Menyebarkan keraguan pada diri kaum muslimin: Orang Yahudi berusaha memasukkan keraguan di hati kaum muslimin yang masih lemah imannya dengan melontarkan syubhat-syubhat yang dapat menggoyahkan kepercayaan mereka terhadap islam. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya: Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran). (Qs. 3:72). Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan pernyataan: Ini adalah tipu daya yang mereka inginkan untuk merancukan perkara agama islam kepada orang-orang yang lemah imannya. Mereka sepakat menampakkan keimanan di pagi hari (permulaan siang) dan sholat subuh bersama kaum muslimin. Lalu ketika diakhir siang hari (sore hari) mereka murtad dari agama Islam agar orang-orang bodoh menyatakan bahwa mereka keluat tidak lain karena adanya kekurangan dan aib dalam agama kaum muslimin.Memata-matai kaum Muslimin:Ibnu Hisyam menjelaskan adanya sejumlah orang Yahudi yang memeluk Islam untuk memata-matai kaum muslimin dan menukilkan berita Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam dan yang ingin beliau lakukan kepada orang Yahudi dan kaum musyrikin, diantaranya: Sa’ad bin Hanief, Zaid bin Al Lishthi, Nu’maan bin Aufa bin Amru dan Utsmaan bin Aufa serta Rafi’ bin Huraimila’. Untuk menghancurkan tipu daya ini Allah berfirman:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:”Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka):”Marilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (Qs. 3:118-119)Usaha memfitnah Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam:Orang Yahudi tidak pernah henti berusaha memfitnah Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam,diantaranya adalah kisah yang disampaikan Ibnu Ishaaq bahwa beliau berkata: Ka’ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shurie dan Syaas bin Qais saling berembuk dan menghasilkan keputusan berangkat menemui Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam untuk memfitnah agama beliau. Lalu mereka menemui Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan berkata: Wahai Muhammad engkau telah tahu kami adalah ulama dan tokoh terhormat serta pemimpin besar Yahudi, Apabila kami mengikutimu maka seluruh Yahudi akan ikut dan tidak akan menyelisihi kami. Sungguh antara kami dan sebagian kaum kami terjadi persengketaan. Apakah boleh kami berhukum kepadamu lalu engkau adili dengan memenangkan kami atas mereka? Maka Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallamenggan menerimanya. Lalu turunlah firman Allah: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (Qs. 5:49)

Semua usaha mereka ini gagal total dihadapan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan Allah membalas makar mereka ini dengan menimpakan kepada mereka kerendahan dan kehinaan.

Marhalah kedua:
Masa perang senjata antara Yahudi dan Muslimin di zaman Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam.

Orang Yahudi tidak cukup hanya membuat keonaran dan fitnah kepada kaum muslimin semata bahkan merekapun menampakkan diri bergabung dengan kaum musyrikin dengan menyatakan permusuhan yang terang-terangan terhadap islam dan kaum muslimin. Namun Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam tetap menunggu sampai mereka melanggar dan membatalkan perjanjian yang pernah dibuat diMadinah. Ketika mereka melanggar perjanjian tersebut barulah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan tindakan militer untuk menghadapi mereka dan mengambil beberapa keputusan untuk memberikan pelajaran kepada mereka. Diantara keputusan penting tersebut adalah:

Pengusiran Bani Qainuqa’Pengusiran bani Al NadhirPerang Bani QuraidzohPenaklukan kota Khaibar

Setelah terjadinya hal tersebut maka orang Yahudi terusir dari jazirah Arab.

Marhalah ketiga:
Tipu daya dan makar mereka terhadap islam setelah wafat Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam.

Orang Yahudi memandang tidak mungkin melawan Islam dan kaum muslimin selama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam masih hidup. Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallamwafat, orang Yahudi melihat adanya kesempatan untuk membuat makar kembali terhadap Islam dan muslimin. Mereka mulai merencanakan dan menjalankan tipu daya mereka untuk memalingkan kaum muslimin dari agamanya. Namun tentunya mereka lakukan dengan lebih baik dan teliti dibanding sebelumnya. Sebagian target mereka telah terwujud dengan beberapa sebab diantaranya:

Kaum muslimin kehilangan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.Orang Yahudi dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari usaha-usaha mereka terdahulu sehingga dapat menambah hebat makar dan tipu daya mereka.Masuknya sebagian orang Yahudi ke dalam Islam dengan tujuan memata-matai kaum muslimin dan merusak mereka dari dalam tubuh kaum muslimin.

Memang berbicara tentang tipu daya dan makar Yahudi kepada kaum Muslimin sejak wafat Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam hingga kini membutuhkan pembahasan yang panjang sekali. Namun rasanya cukup memberikan 3 contoh kejadian besar dalam sejarah Islam untuk mengungkapkan permasalahan ini. Yaitu:

Fitnah pembunuhan khalifah UtsmanIni adalah awal keberhasilan Yahudi dalam menyusup dan merusak Islam dan kaum muslimin. Tokoh yahudi yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa ini adalah Abdullah bin Saba’ yang dikenal dengan Ibnu Sauda’. Kisahnya cukup masyhur dan ditulis dalam kitab-kitab sejarah Islam.Fitnah Maimun Al Qadaah dan perkembangan sekte Bathiniyah. Keberhasilan Abdullah bin Saba’ membuat fitnah di kalangan kaum Muslimin dan mengajarkan saba’isme membuat orang Yahudi semakin berani. Sehingga belum habis fitnah Sabaiyah mereka sudah memunculkan tipu daya baru yang dipimpin seorang Yahudi bernama Maimun bin Dieshaan Al Qadaah dengan membuat sekte Batiniyah di Kufah tahun 276 H. Imam Al Baghdadi menceritakan: Diatara orang yang membangun sekte Bathiniyah adalah Maimun bin Dieshaan yang dikenal dengan Al Qadaah seorang maula bagi Ja’far bin Muhammad Al Shodiq yang berasal dari daerah Al Ahwaaz dan Muhammad bin Al Husein yang dikenal dengan Dandaan. Mereka berkumpul bersama Maimun Al Qadah di penjara Iraaq lalu membangun sekte Bathiniyah.Tipu daya Yahudi ini terus berjalan dalam bentuk yang beraneka ragam sehingga sekte ini berkembang menjadi banyak sekali sektenya dalam kaum muslimin, sampai-sampai menghalalkan pernikahan sesama mahrom dan hilangnya kewajiban syariat pada seseorang.Penghancuran kekhilafahan Turki Utsmani ditangan gerakan Masoniyah dan akibat yang ditimbulkan berupa perpecahan kaum muslimin.Orang Yahudi mengetahui sumber kekuatan kaum muslimin adaalh bersatunya mereka dibawah satu kepemimpinan dalam naungan kekhilafahan Islamiyah. Oleh karena mereka segera berusaha keras meruntuhkan kekhilafahan yang ada sejak zaman Khulafa’ Rasyidin sampai berhasil menghapus dan meruntuhkan negara Turki Utsmaniyah. Orang Yahudi memulai konspirasinya dalam meruntuhkan Negara Turki Utsmaniyah pada masa sultan Murad kedua (tahun 834-855H) dan setelah beliau pada masa sultan Muhammad Al Faatih (tahun 855-886H) yang meningal diracun oleh Thobib beliau seorang Yahudi bernama Ya’qub Basya. Demikian juga berhasil membunuh Sultan Sulaiman Al Qanuni (tahun 926-974H) dan para cucunya yang diatur oleh seorang Yahudi bernama Nurbaanu. Konspirasi Yahudi ini terus berlangsung di masa kekhilafahan Utsmaniyah lebih dari 400 tahunan hingga runtuhnya di tangan Mushthofa Ataturk.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya lebih nyaman dengan versi Wahabi, karena dalil yang ada lebih lengkap, menyeluruh, apa adanya. Tidak seperti versi Gusdurian yang miskin dalil, tidak logis jika ditinjau dari kerangka yang luas, serta terkesan dibuat-buat dan tambal sulam.

Mengapa Nahdhatul Ulama mendukung Syiah

Mengapa Nahdhatul Ulama mendukung Syiah?

Dari https://syiahali.wordpress.com/2012/10/08/syiah-aman-saat-nu-dipimpin-gus-dur/ :

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai aliran Islam Syiah secara umum bukan merupakan aliran sesat. “Tidak sesat, hanya berbeda dengan kita,” kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2012.

Menurut dia, Syiah merupakan salah satu sekte Islam yang sudah ada sejak 14 abad lalu. Sekte ini pun ada di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia. “Pusatnya memang di Iran,” ujar Said.

Dalam pertemuan-pertemuan resminya KH. Aqil Siradj sering mengutip pernyataan pendahulunya Al-Marhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): “NU (Nahdhatul Ulama itu Syiah minus Imamah, dan Syiah itu NU plus Imamah.” Terlalu banyak kesamaan NU dan Syiah. Bahkan peran dan posisi kiyai dalam tradisi NU sangat mirip dengan peran dan posisi Imam dalam tradisi Syiah. Hanya, di NU konsep itu hadir dalam wujud budaya, sementara di Syiah dalam bentuk teologi. Ini substansi pernyataan Gus Dur di atas.

Dari http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,33335-lang,id-c,warta-t,Kiai+Said++NU+dan+Syiah+Banyak+Ketemu-.phpx :

Sabtu, 06/08/2011 18:33
Kiai Said: NU dan Syiah Banyak Ketemu

Jakarta, NU Online
Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, antara NU dan penganut Syiah, banyak memiliki kesamaan dalam tradisi, yaitu sama-sama menghormati ahlul bait, atau keturunan Rasulullah. 

Dikatakannya, Rasulullah suatu menegaskan, dirinya tidak meminta upah dalam mengembangkan Islam, tetapi meminta agar umat Islam menghormati anak cucunya. “Kita ini bukan siapa-siapa, kecuali satu saja, mencintai keluarga Rasul,” paparnya dalam pertemuan antara Jamiyyatul Qurra wal Huffadz NU dan Iran di gedung PBNU, Sabtu (6/8).

Dituturkannya, pasca khulafaurrasyidien, orang Arab sibuk berpolitik dan terpecah belah. Ini mengakibatkan dunia ilmu pengetahuan didominasi oleh orang luar Arab. Kang Said menyebutkan sejumlah ilmuwan yang berasal dari Iran, diantaranya Imam Ghozali, Imam Ghozali, Abu Jafar Attabari, Umar bin Ubait, Washil bin Atho, Jabin bin Hayya, Ibu Sina, Al Farabi, Arrazi, Al Juwaidi dan lainnya. 

Demikian pula, penyebaran Islam di Indonesia melalui jalur Persia, selanjutnya masuk ke Gujarat sampai akhirnya tiba di Indonesia. TAk heran, Sunan Ampel merupakan salah satu keturunan dari Ja’far Shodik.

Dari http://www.muslimedianews.com/2014/01/hubungan-sunni-syiah-damai-dalam.html?m=1 :

Pernyataan Para Ulama Sunni terhadap Syiah

1.    Risalah Amman, “Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat madzhab Ahlussunnah (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali), dua madzhab Syi’ah Ja’fariyyah dan Zaidiyyah, madzhab Ibadhiyyah dan madzhab Dzahiriyyah adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf  (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati.” (ammanmessage.com)

2.    Prof. Dr. Umar Shihab (Ketua MUI Pusat): “Syiah bukan ajaran sesat, baik Sunni maupun Syiah tetap diakui Konferensi Ulama Islam International sebagai bagian dari Islam.” (rakyatmerdekaonline.com)

3.    Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj (Ketua Umum PBNU): “Ajaran Syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni. Di universitas di dunia manapun tidak ada yang menganggap Syiah sesat.” (tempo.co)

4.    Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah): “Tidak ada beda Sunni dan Syiah. Dialog merupakan jalan yang paling baik dan tepat, guna mengatasi perbedaan aliran dalam keluarga besar sesama Muslim.” (republika.co.id)

5.    KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur): “Syiah itu adalah NU plus imamah dan NU itu adalah Syiah minus imamah.”

6.    Prof. Dr. Amin Rais (Mantan Ketua PP Muhammadiyah/Ketua MPR RI ): “Sunnah dan Syiah adalah madzhab-madzhab yang legitimate dan sah saja dalam Islam.” (satuislam.wordpress.com)

7.    Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta): “Syiah merupakan bagian dari sejarah Islam dalam perebutan kekuasaan, dari masa sahabat, karenanya akidahnya sama, al-Qurannya dan nabinya juga sama.” (republika.co.id)

8.    Prof. Dr. Syafi’i Ma’arif (Cendikiawan Muslim, Mantan Ketua PP Muhammadiyah): “Kalau Syiah di kalangan madzhab, dianggap sebagai madzhab kelima.” (okezone.com)

9.    Marzuki Alie (Ketua DPR RI): “Syiah itu madzhab yang diterima di negara manapun di seluruh dunia, dan tidak ada satupun negara yang menegaskan bahwa Islam Syiah adalah aliran sesat.” (okezone.com)

10.    KH Nur Iskandar SQ (Ketua Dewan Syuro PPP): “Kami sangat menghargai kaum Muslimin Syiah.” (inilah.com)

11.    KH. Alie Yafie (Ulama Besar Indonesia): “Dengan tergabungnya Iran yang mayoritas bermadzhab Syiah sebagai negara Islam dalam wadah OKI, berarti Iran diakui sebagai bagian dari Islam. Itu sudah cukup. Yang jelas, kenyataannya seluruh dunia Islam, yang tergabung dalam 60 negara menerima Iran sebagai negara Islam.” (tempointeraktif)

12.    Syaikh Ahmad Deedat, kristolog masyhur yang juga seorang ulama Sunni mengatakan: “Saya katakan kenapa Anda tidak bisa menerima ikhwan Syiah sebagai madzhab kelima? Hal yang mengherankan adalah mereka mengatakan kepada Anda ingin bersatu. Mereka tidak mengatakan tentang menjadi Syiah. Mereka berteriak: “Tidak ada Sunni atau Syiah, hanya ada satu, Islam.” Tapi kita mengatakan kepada mereka: “Tidak, Anda berbeda. Anda Syiah!” Sikap seperti ini adalah penyakit dari setan yang ingin memecah-belah. Bisakah Anda membayangkan, kita Sunni adalah 90% dari Muslim dunia dan 10%-nya adalah Syiah yang ingin menjadi saudara seiman, tapi yang 90% ketakutan. Saya tidak mengerti mengapa Anda yang 90% menjadi ketakutan. Mereka (Syiah) yang seharusnya ketakutan.

Dari kutipan-kutipan diatas kita bisa lihat bahwa ternyata ideologi Syiah sudah menggerogoti banyak kampus Islam di dunia, sehingga para lulusannya yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan Ormas Islam menjadi lemah dan kompromistis. Entahlah apa mereka sempat mempelajari agama sempalan ini dengan lengkap atau tidak. Alhamdulillah masih ada kelompok umat Islam yang tidak terkelabui. Walaupun harus rela dapat stempel WAHABI dari mereka, yang penting kesadaran akan bahaya Syiah tetap ada. Berikut pandangan ulama besar Syaikh Hasyim Asy'ari dan NU tentang syiah:

http://m.kompasiana.com/post/read/472316/2/pandangan-nu-terhadap-syiah.html

Beliau berkata: “Di zaman akhir ini tidak ada madzhab yang memenuhi persyaratan kecuali madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali). Adapun madzhab yang lain seperti madzhab Syi’ah Imamiyyah dan Syi’ah Zaidiyyah adalah ahli bid’ah. Sehingga pendapat-pendapatnya tidak boleh diikuti” (Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’, halaman 9).

Lantas apa landasan Syaikh Hasyim mengatakan demikian?

Landasannya yaitu hadis yang ditulis Ibnu Hajar dalam Al-Shawa’iq al-Muhriqah.

Nabi SAW bersabda:

“Apabila telah Nampak fitnah dan bid’ah pencacian terhadap sahabatku, maka bagi orang alim harus menampakkan ilmunya. Apabila orang alim tersebut tidak melakukan hal tersebut (menggunakan ilmu untuk meluruskan golongan yang mencaci sahabat) maka baginya laknat Allah, para malaikat dan laknat seluruh manusia”.

Di sini jelaslah bahwa beliau memperingatkan umat islam di Indonesia, terkhususnya Nahdliyyin dari syiah, dikarenakan penyimpangan mereka dalam beberapa hal, di antaranya  caci maki dan hujatan mereka terhadap sahabat Nabi SAW. Dan peringatan beliau itu nampak jelas dalam Muqaddimah Qanun Asasi halaman 7.

Monday, March 2, 2015

Cinta Qur'an

@PakdeWinar: Ingin menangis lihat beliau #Malu cc @af1_ @abdullahhaidir1 @Abuhudzaifah82 @SangPemburu99 pic.twitter.com/BAS4M6D88G -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Salah seorang ulama salaf dahulu menghabiskan waktu malamnya dengan bermunajat kepada Allah dan membaca Al-Qur'an. Beliau mengulang-ulang ayat:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam, 96).

Sampai datang waktu pagi. Setelah shalat subuh salah seorang muridnya datang menemuinya menanyakan atas apa yang dilihatnya semalam. Sang guru berkata: “Tutuplah berita itu, jangan kau ceritakan kepada orang lain”. Sang murid menjawab: “Saya akan menyembunyikannya selama guru masih hidup”. Sang guru berkata: “Tatkala saya membaca ayat ini, aku merasakan dalam hati ada rasa kasih sayang, setiap kali mengulanginya maka semakin besar rasa itu oleh karenanya aku berlama-lama menikmati rasa itu”.

-       Al Aswad mengkhatamkan Al-Qur'an pada bulan Ramadhan setiap dua malam, beliau tidur antara Maghrib dan Isya dan di luar Ramadhan mengkhatamkan Al-Qur'an setiap enam hari.

-       Urwah bin Zubair setiap hari selalu membaca seperempat Al-Quran dan begitu juga dalam shalat malam, beliau tidak pernah meninggalkannya kecuali pada saat kakinya dipotong.

-       Ketika Abu Ja’far Al-Qori’ dimandikan, orang-orang melihat di antara tenggorokan dan hatinya seperti lembaran Al-Quran, yang hadir menyaksikannya tidak meragukan lagi kalau itu cahaya Al-Quran.

-       Saat Abu Bakar ‘Ayyasy menghadapi sakaratul maut saudarinya menangis. Beliau berkata: “Wahai saudariku, lihat ke pojok itu sesungguhnya saudaramu telah mengkhatamkan Al-Qur'an 18 ribu kali di situ

-       Al-A’masy berkata: “Yahya bin Watsab termasuk orang yang paling indah bacaan Qur'annya, sehingga saya ingin mengecup dahinya (sebagai penghormatan) karena saking bagusnya bacaannya. Kalau  beliau sedang membaca Al-Qur'an engkau tidak akan mendapatkan satupun gerakan di masjid seakan-akan di masjid sedang tidak ada orang" (khusyuk mendengarkan).

Berikut adalah salah satu doa agar hati ini cinta pada Al-Qur’an:

اللَّهُمَّ إِنِّى عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِى كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِى عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِيْ وَنُورَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ

Ya Allah, sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu (laki-laki), anak dari hamba-Mu (perempuan). Ubun-ubunku berada di tangan-Mu, takdir-Mu berlaku atasku, dan ketetapan-Mu adalah adli. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu, Nama yang Engkau lekatkan sendiri untuk diri-mu, atau yang Engkau sebutkan dalam Kitab-mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang diantara hamba-Mu (Nabi), atau yang Engkau sembunyikan di alam keghaiban-Mu; hendaknya Engkau menjadikan Al-Qur’an ini sebagai penyejuk hatiku, cahaya dalam dadaku, penghilang kesedihanku, dan penolak rasa gundahku.”

(Diambil dari sebuah hadits yang shahih, dari riwayat Ibnu Hibban.)

Referensi:
1. http://www.takrim-alquran.org/tanda-hati-yang-jatuh-cinta-pada-al-quran/
2. http://m.arrahmah.com/rubrik/doa-agar-hati-cinta-pada-al-quran.html

Sunday, February 22, 2015

Syiah Adalah Fitnah bagi Umat Islam

Pada saat tasyahud akhir, setelah membaca shalawat, sunnahnya kita dianjurkan untuk membaca doa berikut (diambil dari Rumaysho.com):

Dalam hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ثُمَّ يَدْعُو لِنَفْسِهِ بِمَا بَدَا لَهُ

Jika salah seorang di antara kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara yaitu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejelekan Al Masih Ad Dajjal, kemudian hendaklah ia berdoa untuk dirinya sendiri dengan doa apa saja yang ia inginkan.”

(HR. An Nasai no. 1310. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Salah satu point dalam doa itu adalah memohon perlindungan Allah SWT dari jahatnya FITNAH saat masih hidup maupun setelah mati.

>>>>>>>>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>>>>>>>>>

Berikut adalah beberapa definisi FITNAH diambil dari Al-Atsariyyah.com:

(1) Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ  [الأنفال/28]

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai fitnah (cobaan) dan bahwa di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Q.S. Al-Anfal: 28)

Al-Imam Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithiy -rahimahullah- berkata, “Allah -Ta’ala- memerintahkan manusia dalam ayat yang mulia ini agar mereka mengetahui bahwa harta dan anak adalah fitnah (UJIAN) yang dengannya mereka diuji”. [Lihat Adhwaa’ Al-Bayaan (2/51)]

(2) Allah -Ta’ala- berfirman,

إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ  [الصافات/63]

Sesungguhnya Kami menjadikan pohon Zaqqum itu sebagai fitnah (siksaan) bagi orang-orang yang zalim.” (Q.S. Ash-Shaaffat: 63)

Al-Imam Abu Muhammad Ibnu Qutaibah Ad-Dainuriy -rahimahullah- menjelaskan bahwa fitnah disini bermakna “SIKSAAN”. [Lihat Ghoribul Qur’an (hal. 372) oleh Ad-Dainuriy, cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, 1398 H]

(3) Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ  [المائدة/49]

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak mem-fitnah (memalingkan) kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (Q.S. Al-Maidah: 49).

Mem-fitnah disini bermakna “MEMALINGKAN” sebagaimana yang dituturkan Ahli Tafsir Negeri Syam, Al-Imam Ibnul Jauziy -rahimahullah- dalam Zaadul Masiir (2/221)

>>>>>>>>>>>>>>>>
>>>>>>>>>>>>>>>>

Fitnah bukan hanya soal kehidupan pribadi setiap individu, namun bisa pula fitnah dalam hidup sosial sebagai bagian dari umat. Salah satu fitnah besar bagi umat Islam dewasa ini adalah berkembang pesatnya agama sempalan Islam yang mendakwahkan nabi baru setelah Rasulullah Muhammad SAW. Contohnya adalah Ahmadiyah yang mengagungkan Mirza Ghulam Ahmad, serta SYIAH yang mengagungkan Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Akidah agama-agama baru ini sudah SESAT dan menyesatkan. Namun mereka dapat sokongan rahasia dari dunia liberal Barat dan jaringan Yahudi, sehingga negara penerus kejayaan MAJUSI kebanggaan mereka, IRAN, terus berkibar dan jadi sorotan dunia terus-menerus.

Tentulah Syiah adalah fitnah bagi umat Islam yang bersyahadat dan mengakui 4 khulafaur rasyidin. Umat Islam saat ini bagai buih air laut, yang banyak jumlahnya namun tak berisi dan lemah selemah-lemahnya. Sudahlah SDA-nya jadi santapan empuk konglomerasi Barat, tak punya kepemimpinan setelah tumbangnya kekhalifahan terakhir, juga digerogoti oleh musuh dalam selimut, yaitu Syiah yang sedang berusaha menambah massanya di Indonesia.

Sebagai fitnah tambahannya, kita umat Islam yang sadar akan bahaya Syiah ini, akan dapat bonus CAP sebagai komplotan ISIS dan WAHABI. Ini jelas fitnah diatas fitnah. Sudah Syiah sendiri jadi sumber fitnah, maka kita pun yang menolak Syiah difitnah pula sebagai penyebar faham TERORISME. Koplak!

Saturday, February 7, 2015

Gambar: Makkah dari Teropong ISS

Ini adalah gambar menarik, karena sempat-sempatnya astronot Rusia dari International Space Station yang mengorbit di luar angkasa sana memotret salah satu bagian bumi yang paling terang. Jika benar gambar ini dan sudah dikonfirmasi, maka tiada kata yang pantas selain Subhanallah...

Makkah adalah kota suci, karena ada Masjidil Haram. Masjidil Haram masjid yang mulia karena di pusatnya adalah Ka'bah. Ka'bah adalah kiblat shalat manusia beriman di seluruh dunia. Ka'bah tak henti-hentinya dikunjungi manusia beriman dari seluruh dunia. Selama 24 jam setiap hari orang berjalan mengitarinya (thawaf) dan shalat menghadap kearahnya. Mau ada foto itu atau pun tidak, Makkah tetap titik pusat di kulit bumi.

Sunday, January 11, 2015

Pembantaian Charlie Hebdo dan Posisinya Dalam Sejarah Muslim Eropa

Seluruh dunia mengutuk pembantaian yang terjadi di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo. Tak ketinggalan pula pemimpin Yahudi Israel mengambil kesempatan untuk mengutuk kebiadaban itu. Meskipun ada pula yang mengatakan bahwa peristiwa itu adalah rekayasa intelijen, mari kita coba singkirkan dulu semua.

Muslim Eropa terus berkembang secara signifikan akhir-akhir ini. Tercatat setidaknya ada 4,5 juta muslim di Jerman, 2,5 juta di Perancis, 2 juta di Inggris, 1 juta di Italia. Belum termasuk 16 juta muslim asli Rusia, dan jutaan lainnya di Bosnia dan Albania. Setelah kekhalifahan Islam di Andalusia Spanyol diusir secara biadab oleh penguasa lokal, secara damai ratusan tahun kemudian bibit-bibit umat Islam tersemai kembali.

Ini tentu kembali membangkitkan semangat reconquesta lama bangsa asli Eropa. Tercatat berkali-kali terjadi serangan terhadap masjid-masjid. Juga segala macam pembatasan terkait cara berpakaian maupun makanan serta hak sosial politik lainnya.

Pendiskreditan adalah salah satu alternatif yang dilakukan diam-diam untuk mengerem laju penyebaran syiar agama ini. Charlie Hebdo memilih untuk menggunakan naluri alamiahnya saat menghina agama ini. Tapi jangan lupa, intelijen yang berkuasa di Eropa maupun seluruh dunia, punya taktiknya sendiri. CIA sendiri yang mengatakan bahwa dalam 10-20 tahun ke depan kekhalifahan Islam akan berdiri kembali. Maka mereka tentu melakukan simulasi terhadap segala kemungkinan untuk mematikannya sebelum terlambat.

Dakwah Islam tidak boleh mati di Eropa hanya karena segolongan ultra-nasionalis yang mengatakan "tanah Eropa untuk bangsa Eropa". Para cendekiawan seperti Prof. Tariq Ramadhan tentu harus bekerja lebih keras lagi menjelaskan Islam dan keeropaan dalam konteksnya saat ini. Maka roda dakwah bisa diharapkan terus berputar meskipun banyak kerikil di sepanjang jalannya. Pembantaian Charlie Hebdo adalah batu besar di tengah jalan yang pasti akan membuat roda agak goyah terhuyung-huyung. Tapi dengan kestabilan yang bisa dijaga dengan sikap sabar dan berserah diri, peristiwa ini akan jadi memori kecil dibanding apa yang akan terjadi puluhan tahun mendatang.

Sementara itu, individu-individu sholeh akan terus menyusuri jalanan Eropa, membawa rahmat bagi manusia di sekelilingnya.


Sunday, January 4, 2015

Kalender Puasa Tahun 2015

Yang seperti ini patut pula di-share. Kalender puasa tahun masehi 2015.

@musyafiesyafiie: @jonru Kalender puasa Tahun 2015 bagi yang membutuhkan. Semoga bermanfaat.. pic.twitter.com/Md63J2HkVv -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Saturday, December 27, 2014

Pria dan Wanita, Tutuplah Auratmu

Soal menutup aurat, penjelasannya sudah dibahas dimana-mana, misalnya di link ini:

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/06/12/ancaman-bagi-wanita-yang-membuka-auratnya/

Kesimpulan yang bisa ditarik dari penjelasan panjang lebar dari link diatas antara lain:

Syariat Islam telah mewajibkan wanita untuk menutup anggota tubuhnya yang termasuk aurat. Seorang wanita diharamkan menampakkan auratnya di kehidupan umum, di hadapan laki-laki non mahram, atau ketika ia melaksanakan ibadah-ibadah tertentu yang mensyaratkan adanya satru al-’aurat (menutup aurat).

Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Seseorang baru disebut menutup aurat, jika warna kulit tubuhnya tidak lagi tampak dari luar. Dengan kata lain, penutup yang digunakan untuk menutup aurat tidak boleh transparan hingga warna kulitnya masih tampak; akan tetapi harus mampu menutup warna kulit.

Ancaman bagi yang tidak menurut aurat adalah tidak mencium bau surga alias neraka, karena tidak amanah, tidak tunduk kepada aturan sang Kholik.[Arief Adiningrat]

Aurat pria hanyalah antara pusar dan lutut. Memang sedikit, tapi pria muslim modern metroseksual banyak yang bandel melanggarnya. Sedangkan aurat wanita adalah seluruh lekuk tubuhnya, kecuali telapak tangan dan muka. Maka gambar berikut bisa jadi pecut yang memacu semangat bagi yang butuh menyempurnakan penutup auratnya.

Tuesday, November 11, 2014

Kampanye Kristenisasi Membuat Heboh Youtube

Kristenisasi itu sudah merupakan isu biasa dimanapun masyarakat muslim berada. Bukan hal aneh lagi. Sudah suratan takdir, cobaan bagi kita. Jadi video yang beberapa hari terakhir trending di Youtube hanyalah sebuah contoh mutakhir saja. Di negara bebas seperti ini, semua bebas berbuat apapun asalkan sportif.

Link: https://www.youtube.com/watch?v=QUw11Tk6VnU

Pemurtadan terhadap muslim bisa melalui banyak jalur, tidak hanya lewat perkawinan lintas agama saja. Bisa juga lewat metode direct-selling seperti yang kita saksikan di video tersebut. Seperti halnya MLM, para 'relawan' itu pasti punya target atau ditugaskan untuk mencapai target tertentu. Jadi apa yang kita lihat di Car Free Day ataupun di pengungsian Kelud, adalah upaya pemasaran yang tentunya mesti dilaporkan ke koordinator mereka, penyandang dana mereka.

Sebenarnya ada yang sama buruknya dengan pemurtadan frontal tersebut. Yaitu pemurtadan pikiran. Fisik masih terlihat muslim tapi pikirannya liberalis misalnya. Orang yang seperti ini tidak kelihatan berkalung salib, tapi selalu berusaha menohok Islam lewat ucapan dan perbuatannya. Ini juga sangat berbahaya.

Lalu apa sebenarnya motivasi mereka? Allah SWT sudah memberikan clue dalam Al-Qur'an surat An-Nisaa' ayat 89:

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…..."

Jadi kebaikan dan kedamaian yang mereka kampanyekan itu adalah selubung saja. Inti sebenarnya adalah penolakan untuk beriman hanya kepada Allah SWT dan penolakan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Mereka tidak mau sendiri, mereka ingin banyak teman dalam rombongan mereka.

Thursday, November 6, 2014

Dari One Day One Ayat ke One Day One Arabic Word

Al-Qur'an faktanya adalah undang-undang yang diturunkan Allah SWT dalam bahasa Arab. Siapapun orangnya, dari bangsa apapun,  selama ia muslim, akan membaca Qur'an dalam bahasa Arab. Shalat pun bacaannya dalam bahasa Arab. Lalu kenapa protes ke Yusuf Mansur?

Yusuf Mansur seorang da'i. Tugas da'i mengajak kepada Islam yang komprehensif. Islam agama yang luas, mengatur segala aspek kehidupan.

Al-Qur'an masih orisinal 100%. Belum dicabut dari bumi, jutaan orang hafal minimal sepotong. Hadits shahih juga masih terawat. Semua masih dalam bahasa aslinya. Tidak seperti agama sebelah.

Hafal Al-Quran dan hadits bagus. Lebih baik lagi jika paham. Shalat jangan sekedar ucapkan bahasa Arab tanpa sadar artinya. One day one ayat, itu kampanye YM untuk para penghapal Al-Quran.

One day one Arabic word, itu kelanjutannya. Bukan sekedar Arabic word yang mesti kita kembangkan, tapi itu haruslah Quranic word. Logis!

Bagaimana meresapi isi Al-Quran kalau kita tidak bisa meresapi makna rangkaian kata dalam bahasa Arab yang ada di dalamnya? Ngapain pake terjemahan kalau masih ada aslinya yang terawat 100%. Bisa 'lost in translation' nanti.

Dulu Anton Hilman dalam seri pelajaran bahasa Inggris di TVRI pernah menganjurkan agar kita belajar kosakata English cukup satu kata saja sehari. Lama-lama dalam setahun minimal kita dapat 300 kata yang berhasil dihapal. Lumayan. Apakah YM tidak boleh berkampanye serupa untuk bahasanya Al-Qur'an?


Friday, October 31, 2014

Mendengarkan Khutbah Jum'at Sambil Memainkan Handphone

Dalam hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah RAia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Barangsiapa yang berwudhu, lalu memperbagus wudhunya kemudian ia mendatangi (shalat) Jum’at, kemudian (di saat khutbah) ia betul-betul mendengarkan dan diam, maka dosanya antara Jum’at saat ini dan Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari akan diampuni. Dan barangsiapa yang bermain-main dengan tongkat, maka ia benar-benar melakukan hal yang batil (lagi tercela) ” (HR. Muslim no. 857)

Berbicara, bahkan bermain-main dengan tongkat saja sudah jelas dilarang dalam teks hadits diatas. Apalagi dengan segala permainan manusia masa kini seperti membaca/menulis SMS, browsing internet, cek status Facebook, cek linimasa Twitter. Banyak sekali manusia masa kini, terutama anak muda, ikut shalat Jum'at, tapi pada hakikatnya sia-sia saja shalatnya. Ini tandanya banyak sunnah-sunnah yang sudah sedemikian ditinggalkan, dijauhkan dari generasi ke generasi.

Saya bukan pendukung gerakan Salafy, tapi dalam mengenalkan kembali sunnah yang sempat tak terwariskan ke generasi sekarang, upaya mereka patut diapresiasi.

Sunday, October 5, 2014

Mendadak Kumisan di Awal Zulhijjah

Kumis adalah salah satu ciri khas lelaki dan sudah jadi lambang kejantanan di banyak kebudayaan dunia. Kita sering melihat kumis tebal dan panjang dipelihara oleh kaum pria di India, Bavaria, Nusantara, Amerika Latin. Tapi dalam khazanah Islam, kumis dianjurkan untuk dipendekkan (NAMUN JANGAN PULA KUMIS DICUKUR HABIS HINGGA AKARNYA) dan justru janggut yang harus dibiarkan.

Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu Hurairah RA, bersabda Rasulullah SAW :
“Potonglah kumis kalian dan panjangkanlah/biarkanlah jenggot kalian.”

Namun ada masanya ketika kumis, dan rambut lainnya di seluruh tubuh, serta kuku, dilarang untuk dipotong.

Dari Ummu Salamah RA, Nabi SAW bersabda,
“Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut kepala dan rambut badannya (diartikan oleh sebagian ulama: kuku) sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1977)

Jadi, jika seorang kepala keluarga berniat berkurban, maka sedari tanggal 1 Zulhijjah hingga penyembelihan hewan qurbannya, ia dilarang memotong rambut dan kuku. Larangan ini berlaku hanya bagi si kepala keluarga, sebagai penyandang dana qurban bagi keluarganya. Tidak berlaku untuk anak dan istrinya.

Dari awal Zulhijjah, saya coba memantau siapa saja orang-orang yang "mendadak kumisan" gara-gara niat berqurban. Namun sepenglihatan saya, yang kumisan ya hanya yang sedari dulu memang sudah kumisan. Bukan kumisan karena larangan yang hanya 10 hari ini. Ada beberapa kemungkinan: 1. Tidak tahu soal hadits ini, 2. Tidak punya niat berqurban, 3. Bukan kepala keluarga yang akan berqurban untuk keluarganya, 4. Kondisi kulit khusus dimana kumis tidak pernah tumbuh, 5. Punya penafsiran berbeda tentang maksud hadits ini. Bagi saya sih, nikmati saja kumis yang hanya "temporer" ini. Setelah sapi urunan bertujuh itu disembelih, kumis ini akan saya pendekkan. Happy Eid Mubarak!

Sunday, September 7, 2014

Pengalaman Mengurus Pendaftaran Haji di Jakarta Selatan

Berangkat haji adalah salah satu rukun Islam, kewajiban sekali seumur hidup. Kini semakin sulit bagi muslim dari luar Arab Saudi untuk berhaji. Selain karena biaya perjalanan yang semakin tinggi, juga kapasitas alias daya tampung tanah suci yang tidak sebanding dengan banyaknya minat muslim dari seluruh dunia untuk berhaji. 

Maka tiap negara diberi kuota tahunan. Dari tahun ke tahun waiting list makin panjang.

Kami sudah menyiapkan beberapa keperluan untuk mendaftarkan diri ke kementerian agama (Kemenag). Tentu yang paling penting adalah uang. Kita harus memasukkan uang itu ke tabungan haji di salah satu bank yang terkoneksi dengan Siskohat. Jumlahnya harus diatas 25 juta rupiah per orang/rekening sebagai batas minimal boleh mendaftar. 

Lalu kita harus terus menambah tabungan itu karena pelunasan menjelang berangkat nanti juga harus melalui bank yang sama. Tabungan itu baru bisa ditutup sepulang kita dari mengerjakan haji. 

Dari bank kita memperoleh bukti tabungan. Kebetulan kami menabung di bank Muamalat. Petugas bank memberi kami bukti tabungan yang sudah dilegalisir sebagai syarat pendaftaran.

KTP, KK dan buku nikah serta semua fotokopi harus disiapkan. Untuk surat keterangan sehat, bisa disusulkan, toh ketika akan berangkat kita harus membuat surat itu lagi. Membuatnya harus di Puskesmas atau rumah sakit pemerintah. 

Kita mendaftarkan diri sesuai alamat di KTP. Karena sudah sah jadi warga Rawajati, maka kami mendaftar haji ke Kantor Kemenag Jakarta Selatan. Lokasinya di Warung Buncit. Dari arah Mampang, lokasinya menyempil persis sebelum perempatan Republika/Pejaten Village. Masuk lewati gerbang lalu terus saja ke belakang hingga ketemu parkiran motor. 

Kantor urusan haji berada di bagian paling belakang dan harus naik tangga hingga lantai 3. Pendaftar haji tiap harinya tentu tidak terlalu banyak. Biasanya jam 8 sudah buka, dan jam 11 sudah sepi. 

Kami masukkan seluruh berkas ke loket lalu disuruh mengisi formulir. Menunggu sebentar lalu disuruh berfoto. Kemudian kami menerima surat SPPH. 

Dari situ kami diarahkan ke gedung paling depan yang ternyata adalah gedung koperasi pegawai Kemenag. Naik lift ke lantai 4, lalu ambil pasfoto yang sudah dicetak plus CD yang berisi file JPG pasfoto itu. Jangan lupa bayar 75 ribu rupiah ke kasir.

Dari sana kami bergegas menuju bank Muamalat kembali dengan membawa SPPH dan pasfoto itu untuk memproses transfer uang 25 juta ke rekening Kemenag. Di bank kami memperoleh bukti transfer dan surat BPIH yang berisi NOMOR PORSI. Kalau suami istri, biasanya nomor porsinya berurutan, jadi insya Allah berangkatnya nanti bersamaan. 

Salinan surat itu kami bawa kembali ke Kemenag (ke loket yang pertama tadi) dan diberikan tanda terima. Selesai sudah urusannya saat ini. Petugas Kemenag mengatakan, sesuai kuotanya, kemungkinan kami baru berangkat sekitar 13 tahun lagi. Wuihhh lamanya. 

Alhamdulillah. Minimal sudah merintis niat dan membuka jalan. Mudah-mudahan kapasitas tanah suci bisa terus meningkat agar waiting time bisa lebih singkat. Amiin. 

Silakan sekali-sekali cek di website Kemenag ini soal waiting list.

Saturday, August 23, 2014

Anehnya Muslim Indonesia

Biarpun menjalankan rukun Islam yang lima, sebagian besar muslim di Indonesia sebenarnya masih teralienasi dari muslim lainnya di belahan bumi berbeda. Seolah muslim Indonesia seperti berada di planet yang berbeda. Pemberian atribut bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, mungkin sahih secara statistik. Tapi jika ditanya apakah semuanya benar muslim yang mukmin, bukan muslim kartu identitas belaka, maka jawabannya mungkin masih jauh. Apa saja faktor pembeda itu?

Pertama, muslim Indonesia merasa jauh secara fisik dan moral dari muslim di kawasan lain. Dengan muslim Malaysia saja sering bertengkar soal 'kacang' alias hal remeh, apa lagi dengan muslim di negara-negara yang lebih jauh. Tak ada urusanlah. Tak perlu urus pengungsi muslim akibat konflik di banyak negara lain. Urus saja muslim di negara sendiri, banyak yang masih kena busung lapar dan sebagainya. Bodoh sekali mau mengurus kesulitan muslim di Palestina, wong disini masih banyak orang susah.

Kedua, muslim Indonesia masih menganggap Islam budaya luar dan dibenturkan dengan budaya lokal. Masih banyak muslim Indonesia yang tidak bisa membedakan antara tuntunan Islam dengan budaya Arab. Menurut mereka jilbab budaya Arab, tak cocok di Indonesia, maka bisa diganti dengan kebaya. Sebaliknya segala jenis musik Arab diputar saat peringatan hari besar Islam, walaupun jelas tak ada tuntunannya. Islam adalah budaya luar, jadi harus berakulturasi dengan budaya lokal. Maka acara muludan, sekatenan, bahkan tahlilan di kuburan terus dilakukan sejak jaman Wali Songo hingga kini.

Ketiga, muslim Indonesia malu beridentitas Islam. Ini negara sekuler. Polisi, tentara wanita tidak boleh berkerudung, setidaknya sampai saat ini. Mereka malu berbusana yang menutup aurat di depan umum. Malu membawa kitab suci, malu bertukar ucapan salam pula. Bukan sekedar malu, tapi levelnya sudah mirip dengan takut. Jika bicara tentang Islam sedikit ancamannya berat, dicap fundamentalis, radikal, alqaida, isis. Maka sedemikianlah asingnya Islam di negara dengan jumlah penduduk ber-KTP Islam terbesar di dunia. Islam adalah alien disini.

Friday, August 22, 2014

Catatan dari Sebuah Kajian tentang Ziarah Kubur

1. Fardhu kifayah bagi laki-laki untuk mengantar jenazah ke kuburan. Jika sudah ada sebagian muslim yang mengantar, maka yang lain hukumnya jadi sunnah. Tapi diharamkan hukumnya (dosa besar) bagi perempuan untuk ikut mengantar.

2. Tentang ziarah kubur, hukumnya adalah sunnah bagi lelaki dan perempuan, untuk tujuan mengingat mati bagi diri sendiri. Lelaki boleh sering-sering ziarah kubur, namun perempuan sekali-sekali saja. Tidak boleh mengkhususkan untuk berziarah kubur di waktu tertentu atau ke kuburan tertentu saja, termasuk mengkhususkan ke kuburan orang tua misalnya, dengan tujuan nyekar menjelang hari raya.

Khawarijisme Bisa Dimanapun, Kapanpun

Sikap dan prinsip Khawarij bisa terbentuk dimanapun dan kapanpun. Di kala ada fanatisme berlebihan terhadap suatu pandangan, bertemu dengan kepentingan politik yang berseberangan, maka yang mengambil sikap keras atas dasar konservatifisme itulah yang jadi golongan khawarij-nya. Sikap itu didasari oleh keyakinan siapapun yang berseberangan maka darahnya halal tertumpahkan.

Inilah yang kita kuatirkan dari Islamic State (IS) di Syiria & Irak. Campur tangan Mossad dan CIA untuk membentuk sebuah kelompok boneka baru setelah Al-Qaeda, ditambah fanatisme politik buta dari sekelompok pejuang muslim, jadi bahan bakar baru konflik di tanah Arab.

IS takkan jadi besar. Khilafah Islam masih lama realisasinya, walaupun insya Allah pasti terwujud. Ini semacam test case bagaimana polarisasi yang terjadi jika nanti khilafah benar-benar berdiri.