Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Wednesday, May 13, 2015

Rasialisme di AS

@HistoryFlick: Black man being pulled off a street car by white men, 1943 pic.twitter.com/o9FL2AU7W4 -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Rasialisme di USA tak pernah ada habisnya jadi bahan pembicaraan. Tak selesai-selesai. Biarpun banyak veteran perang WWII berkulit hitam, biarpun banyak atlet berkulit hitam hebat meraih emas untuk USA, biarpun perjuangan persamaan hak antar warna kulit sudah memakan banyak korban, tetap saja pandangan rasialis warisan para tuan tanah dan ekstrimis KKK mewarnai Amerika hingga hari ini.

Malcolm X, Muhammad Ali sudah menjalani perjuangannya masing-masing. Tapi di masa kini, kantong-kantong komunitas kulit berwarna non putih di Baltimore, masih rawan dan tertinggal.

Thursday, May 7, 2015

Foto Paling Menyentuh Abad Ini

Foto berikut ini diambil sekitar 8 tahun yang lalu di Vietnam bagian utara.

Fotografer aslinya adalah Na Son Nguyen. Mengutip dari penuturannya kepada BBC, "I took this picture in October 2007 in Can Ty, a remote village in Ha Giang province".

"I was passing through the village but was stopped by the scene of two Hmong children playing in front of their house while their parents were away working in the field."

"The little girl, probably two years old, cried in the presence of a stranger so the boy, who was maybe three years old or so, hugged his sister to comfort her."

"It was both moving and cute, so I quickly made a shot."

Na Son mem-publish fotonya di blog pribadi. Ternyata tiga tahun kemudian ia menemukan bahwa itu sudah di-share oleh banyak orang di Facebook sebagai foto "yatim piatu terlantar".

Foto ini mungkin karyanya yang paling "viral", karena sudah di-share netizen sedunia dalam berbagai tema, mulai dari "dua bocah yatim piatu Burma", "anak-anak korban perang Syria", hingga yang terbaru, "bocah umur dua tahun dilindungi oleh kakaknya yang berusia empat tahun di Nepal". Mungkin foto ini bisa dipakai sebagai lambang krisis kemanusiaan hingga puluhan tahun ke depan dengan banyak judul baru.

Thursday, April 30, 2015

Ini Amerika Tahun 2015, Bukan 1968

@MJayRosenberg: TIME's shocking cover. pic.twitter.com/SWmEHY59Cs -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Rasialisme masih jadi krisis besar di banyak bagian USA. Perasaan inferior dari sebagian warga kulit hitam bercampur dengan superioritas dan sinisme warga kulit putih. Jadilah konflik berkepanjangan tepat di jantungnya negara adikuasa saat ini.

Menurut saya sih, bukan warga kulit hitam saja yang merasa direndahkan di USA. Warga Indian sudah sejak lama dikangkangi. Warga Hispanik juga cuma jadi warga kelas dua disana.

Melihat Indian di USA, sama seperti Aborigin di Australia. Jadi manusia terusir di tanahnya sendiri. Korban jiwa petualang dan penakluk kulit putih. Keturunan bangsa Eropa yang suka menjajah dan memangsa kekayaan orang lain. Mereka pula sponsor utama Yahudi Zionis untuk mencaplok tanah bangsa Palestina. Memang sudah kelakuannya begitu.

Saturday, April 4, 2015

Remaja Putri Mengalahkan Remaja Putra Dimana-mana?

@TheEconomist: Across the rich world, girls are now outclassing boys at both school and university. xx > xy? econ.st/1GthMS5 pic.twitter.com/aipLGg7dqd -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Apakah statistik ini mengejutkan? Tidak juga. Tentu saja, dengan beberapa keterbatasannya, kaum perempuan punya hak setara untuk memperoleh pendidikan dan mengoptimalkan intelektualitasnya. Itulah yang saya bisa pahami dari surat-surat Kartini ke Abendanon beberapa puluh tahun yang lalu. Selebihnya, setiap manusia harus mafhum bahwa ia diciptakan hanya untuk menyembah dan mengabdi kepada Allah azza wajalla.

Friday, March 27, 2015

Orang Tua Memanjat Tembok Agar Anaknya Lulus

@TheEconomist: India's teaching standards go out the window and crib sheets come in econ.st/1xDXmnX pic.twitter.com/AIHoZyRk8K -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

India sudah menghasilkan banyak intelektual kelas dunia: Gandhi, Nehru, Sen, Tagore. Belum lagi para eksekutif perusahaan papan atas masa kini seperti Nadella, Nooyi, Narayen, Kapoor. Dan ribuan tenaga kerja bidang teknologi di seluruh dunia. Pendidikan adalah kunci kemajuan bagi negeri yang didiami semilyar manusia ini. Ditambah nilai plus: Literasi bahasa Inggris yang menonjol dibanding negara Asia lainnya.

Lalu apa yang bisa disimpulkan dari gambar ini? Penurunan kualitas? Belum bisa disimpulkan demikian. Ini mungkin efek persaingan yang semakin ketat untuk masuk perguruan tinggi ternama, yang menjamin pekerjaan yang bergaji tinggi. Semakin tinggi nilai yang dikejar, semakin tinggi si orang tua harus memanjat temboknya, hehe.

Ini fenomena masa kini. Orang tua harus ikut campur terlalu banyak dalam urusan persekolahan anaknya. Sama seperti di Indonesia, orang tua bahkan secara khusus harus ambil cuti ketika anaknya memasuki minggu ujian, agar bisa membantu anaknya belajar. Apakah anak masa kini tidak bisa mandiri mempersiapkan diri menjelang ujian? Jaman dulu orang tua kita mungkin hanya mengurusi urusan sekolah ketika pembagian raport penentuan kenaikan kelas atau karena anaknya berulah di sekolah. Di masa kini, anak makin manja di tengah fasilitas yang makin lengkap.

Friday, March 20, 2015

Gambar : Bukan Begini Caranya Bikin Singkatan

@Max_Fisher: Guys, no, this is not how acronyms work pic.twitter.com/CNj5C3VR2U -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar.

Akronim terlalu pendek kurang disukai karena berisiko ditemui akronim yang sama tetapi berbeda makna. Sebalik-nya, akronim yang terlalu panjang dapat merepotkan. Kesesuaian dengan kata-kata atau makna yang diwakili merupakan hal penting, di samping perlunya akronim itu mudah diucapkan.

Konflik pengertian dengan kata lain atau akronim lain dapat menimbulkan komplikasi yang tidak perlu. Pembentukan akronim dalam perspektif etika bahasa dapat mengacu pada pendapat Wittgenstein (1889-1951, filsuf bahasa, matematika, dan logika) yang menyatakan bahwa perkataan adalah sebuah tindakan moral, sehingga perkataan yang benar adalah yang didasari dengan etika, moralitas, dan logika yang baik. (Kutipan dari Wikipedia)

Lah, kalau seperti gambar di bawah ini, ini akronim macam apa ya??

Sunday, March 8, 2015

Media dan Citra

Dapat gambar ini dari akun twitter Pak Mahendradatta.

Intinya, media bisa memutarbalikkan fakta jika ada kepentingan di dalamnya. Maka akan jadi pekerjaan berat bagi regulator untuk memastikan media menegakkan independensi dan adil dalam covering both sides.

Save Rakyat Kecil, Save Orang Pinggiran

#SaveKPK
#SaveAhok
#SaveHajiLulung

Segala macam hashtag berawalan SAVE sekarang menjamur di twitter. Apakah memang yang ingin diselamatkan itu pantas diselamatkan atau tidak, lain soal.

SAVE adalah salah satu perintah penting dalam aplikasi komputer perkantoran. Fungsinya untuk menyimpan file alias berkas.

Mumpung lagi jaman SAVE, mari saling mengingatkan membela orang lemah dan rakyat kecil. Yang lebih penting lagi adalah menyeru pada kebaikan serta mencegah keburukan.

#SaveWargaKebonMelati
#SaveKaliCiliwung
#SaveLabelHalal
#SaveJakartaFromAlcohol

Tuesday, March 3, 2015

Akun Twitter "Tak Resmi" Lion Air

@OfficialLionAir: Tweeps dalam penerbangan kalian pilih mana? Kena delay atau ngga pernah sampai ☺ selamat malam. Salam #LIONAIR" -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Setelah membuat heboh dengan twit diatas, lalu akun tersebut juga hilang. Bersamaan dengan itu, pihak Lion Air mengkonfirmasi bahwa akun tersebut bukan akun resmi. Yang resmi hanya akun Facebook mereka. Ya sudahlah. Biar jadi sejarah saja.

Tuesday, February 24, 2015

Diskriminasi itu Sepanjang Masa

@ThislsAmazing: Elvis Presley waits for his bacon and eggs while a woman waits for her sandwich, she is not permitted to sit. 1956. pic.twitter.com/OeyJRmCSG1 -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Berikut adalah definisi DISKRIMINASI diambil dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia):

diskriminasi /dis·kri·mi·na·si/ n pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb);

-- kelamin pembedaan sikap dan perlakuan terhadap sesama manusia berdasarkan perbedaan jenis kelamin;

-- ras anggapan segolongan ras tertentu bahwa rasnya itulah yang paling unggul dibandingkan dengan golongan ras lain; rasisme;

-- rasial pembedaan sikap dan perlakuan terhadap kelompok masyarakat tertentu karena perbedaan warna kulit; 

-- sosial pembedaan sikap dan perlakuan terhadap sesama manusia berdasarkan kedudukan sosialnya.

Di lapangan apa saja kerap terjadi diskriminasi?
-Pendidikan
-Lapangan kerja
-Pemukiman
-Layanan publik
-Layanan kesehatan
-Pemanfaatan lahan
-Akses ke gedung atau lokasi bisnis
-Transportasi
-Pemungutan suara/Pemilihan umum.

Lalu gambar berikut ini masuk kategori apa??

Saturday, February 21, 2015

Gambar: Lion Air Bikin Heboh, tapi Tetap Laris

Setelah membuat ancaman-ancaman dan sanksi terhadap Air Asia, yang notabene adalah pihak yang terkena musibah, walaupun maskapai ini favorit pelancong, kita melihat bahwa Kemenhub sedikit naik pamor dengan kesan keTEGASannya. Sekali waktu, pekan ini, publik (LAGI-LAGI) disuguhi drama delay panjang dan kemarahan penumpang LION AIR. Ini bukan yang pertama kali, malahan sudah sangat sering, walaupun kejadian kali ini adalah yang terburuk sepertinya.

Apa reaksi Kemenhub? Ternyata Kemenhub hanya berpegang pada regulasi yang ada, tanpa melihat besarnya letupan emosi konsumen. Mungkin mereka pikir, saya cuma ngurusin aturan. Urusan layanan ke konsumen, biar pihak lain yang ngurusin, Kemenhub normatif saja. Disinilah publik melihat KETIMPANGAN.

Apakah ini urusannya YLKI? Ingat, YLKI itu cuma yayasan, tak punya hak regulasi. Lalu kementerian mana yang mengurusi hak konsumen?? Pemerintahan Jokowi, jika ada RESHUFFLE, harus membentuk kementerian khusus pemberdayaan konsumen.

Thursday, February 12, 2015

Efek Media Dalam Membangun Citra

@dyahsuji: Yang cerdas bisa y komparasi no 1-2 vs 3? ;) @SangPemburu99 @bayprio @Fahmisalim2 @bang_dw @dimasprakbar @ardianasmar pic.twitter.com/1FIOVZnDgE -- shared via UberSocial http://ubersocial.com

Dari tweet diatas saya dapatkan gambar berikut. Ini contoh paling alamiah dari kuatnya pengaruh DIKSI (pilihan kata) terhadap respon atau persepsi masyarakat. Pakar psikologi komunikasi yang bisa memadukan antara jurnalisme dan periklanan pasti bayarannya mahal ya?!

Thursday, January 22, 2015

LSD, Generasi Bunga, Srudukan Maut Outlander di Pondok Indah

Dikutip dari Wikipedia:

Asam lisergat dietilamida (LSD) merupakan suatu jenis narkotika halusinogen. Obat ini bersifat psikedelik dari keluarga ergolina.

Diperkenalkan oleh Sandoz Laboratories (kini Novartis), dengan nama dagang Delysid, sebagai obat dengan berbagai penggunaan psikiatrik pada tahun 1947, LSD segera menjadi agen terapi yang nampak menimbulkan harapan besar.

LSD relatif bersifat tidak adiktif, dan toksisitas rendah (katanya...). LSD banyak dikenal atas efek psikologisnya yang menyebabkan tertutup/terbukanya mata, perasaan distorsi waktu, kematian ego dan pergeseran kognitif yang dalam, serta berperan penting dalam kontrabudaya tahun 1960 atau pada masa generasi bunga (flower generation).

Dosis tunggal asam lisergat dietilamida berkisar antara 100-500 mikrogram. Jumlah tersebut hampir setara dengan 1/10 massa sebutir pasir. Cara pengkonsumsiannya bisa diemut atau ditempel.

Reaksi fisik pada LSD bervariasi dan tak spesifik. Gejala berikut telah dilaporkan: konstraksi rahim, hipotermia, demam, kenaikan kadar gula darah, tegaknya bulu roma, peningkatan curah jantung, cengkeraman rahang, perspirasi, midriasis (dilatasi pupil), produksi air liur dan lendir, suhad (rasa tak dapat tidur), dan hiperefleksia, dan tremor. Terdapat beberapa indikasi bahwa LSD dapat menimbulkan keadaan fuga disosiatif pada orang-orang yang mengonsumsi beberapa jenis antidepresan tertentu seperti garam litium dan trisiklik.

Mahasiswa masa kini memang menang keren kayaknya, dibanding mahasiswa belasan tahun lalu. Orang tua kaya, hura-hura, mobil besar dan mahal, gaya hidup yang lebih bebas. Ralat: soal hura-hura, sejak jaman dulu sudah ada sih. Pake disco dan breakdance.



Sunday, January 11, 2015

Pembantaian Charlie Hebdo dan Posisinya Dalam Sejarah Muslim Eropa

Seluruh dunia mengutuk pembantaian yang terjadi di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo. Tak ketinggalan pula pemimpin Yahudi Israel mengambil kesempatan untuk mengutuk kebiadaban itu. Meskipun ada pula yang mengatakan bahwa peristiwa itu adalah rekayasa intelijen, mari kita coba singkirkan dulu semua.

Muslim Eropa terus berkembang secara signifikan akhir-akhir ini. Tercatat setidaknya ada 4,5 juta muslim di Jerman, 2,5 juta di Perancis, 2 juta di Inggris, 1 juta di Italia. Belum termasuk 16 juta muslim asli Rusia, dan jutaan lainnya di Bosnia dan Albania. Setelah kekhalifahan Islam di Andalusia Spanyol diusir secara biadab oleh penguasa lokal, secara damai ratusan tahun kemudian bibit-bibit umat Islam tersemai kembali.

Ini tentu kembali membangkitkan semangat reconquesta lama bangsa asli Eropa. Tercatat berkali-kali terjadi serangan terhadap masjid-masjid. Juga segala macam pembatasan terkait cara berpakaian maupun makanan serta hak sosial politik lainnya.

Pendiskreditan adalah salah satu alternatif yang dilakukan diam-diam untuk mengerem laju penyebaran syiar agama ini. Charlie Hebdo memilih untuk menggunakan naluri alamiahnya saat menghina agama ini. Tapi jangan lupa, intelijen yang berkuasa di Eropa maupun seluruh dunia, punya taktiknya sendiri. CIA sendiri yang mengatakan bahwa dalam 10-20 tahun ke depan kekhalifahan Islam akan berdiri kembali. Maka mereka tentu melakukan simulasi terhadap segala kemungkinan untuk mematikannya sebelum terlambat.

Dakwah Islam tidak boleh mati di Eropa hanya karena segolongan ultra-nasionalis yang mengatakan "tanah Eropa untuk bangsa Eropa". Para cendekiawan seperti Prof. Tariq Ramadhan tentu harus bekerja lebih keras lagi menjelaskan Islam dan keeropaan dalam konteksnya saat ini. Maka roda dakwah bisa diharapkan terus berputar meskipun banyak kerikil di sepanjang jalannya. Pembantaian Charlie Hebdo adalah batu besar di tengah jalan yang pasti akan membuat roda agak goyah terhuyung-huyung. Tapi dengan kestabilan yang bisa dijaga dengan sikap sabar dan berserah diri, peristiwa ini akan jadi memori kecil dibanding apa yang akan terjadi puluhan tahun mendatang.

Sementara itu, individu-individu sholeh akan terus menyusuri jalanan Eropa, membawa rahmat bagi manusia di sekelilingnya.


Saturday, January 10, 2015

Akibat dari Standar Ganda

Charlie Hebdo berdarah! Majalah satir ini sebenarnya tidak begitu laku di Perancis. Tapi namanya jadi mencuat terkenal ke seluruh dunia setelah peristiwa pembantaian pemimpin dan anggota redaksinya minggu lalu.

Dari definisinya, mengutip laman Wikipedia, SATIR itu bentuk karya seni dan sastra yang menggunakan gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Satir biasanya disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi. Istilah ini berasal dari frase bahasa Latin satira atau satura (campuran makanan).

Jurnalisme satir ini sudah ada sejak jamannya Marie Antoinette, sekitar abad 18. Jika dulunya yang dijadikan bahan sindiran adalah anggota keluarga kerajaan atau kaum ningrat, maka sekarang yang jadi bahan adalah politisi, polisi, bankir, dan agama. Maka jika mereka sampai memparodikan Rasulullah SAW, itu memang sudah keahlian alamiahnya.

Soal berlindung dengan tameng freedom of speech, juga mereka ahlinya. Tapi jika ada yang tidak senang Rasulullah SAW ataupun gambaran umat Islam diparodikan, lalu melakukan aksi, baik unjuk rasa damai ataupun tindak kekerasan seperti yang kita saksikan minggu lalu itu, maka stempel anti-semit yang akan diberikan.

Thursday, January 8, 2015

Iklan Rokok, Iklan Paling Kreatif

Maaf jika anda tak sependapat. Menurut saya, iklan produk rokok, khususnya di Indonesia, memang luar biasa kreatif. Mereka sangat dibatasi dalam beriklan. Tak boleh menampilkan gambar produknya, dan harus menambahkan gambar seram akibat dari merokok bagi kesehatan.

Dengan aturan yang ketat ini, tak heran jika agensi periklanan untung besar, karena mereka harus berpikir keras out-of-the-box untuk menghasilkan iklan yang tetap menarik di tengah jepitan peraturan. Hasilnya adalah iklan-iklan legendaris seperti "how low can you go", "susah jadi manusia". Yang dijual kebanyakan adalah gaya hidup, dan orang masih mengenali itu sebagai iklan rokok.

Namun kreatifitas tidak bebas nilai jika dipampang di depan publik. Dia harus tunduk pada tuntunan moral masyarakat. Masa sih ada gambar orang ciuman di tengah kosmopolitan masyarakat muslim? Ini semakin meyakinkan bahwa muslim di Indonesia mayoritas adalah "abangan", lebih cenderung ke sekuler. Iklan "mula-mula malu-malu lama-lama mau" adalah eksperimen "test the water" yang kesekian kalinya. Ini sekedar bukti penampakannya.

Wednesday, December 31, 2014

Bravo Basarnas, Sayang Terlambat

Media mainstream banyak yang sedang mengelu-elukan keberhasilan Badan SAR Nasional, di bawah pemerintah Indonesia (baca: Jokowi). Katanya, keberhasilan menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501 di Laut Jawa ini termasuk tercepat dibandingkan pengananan situasi serupa di negara lain. Katanya ini semacam pembuktian kemampuan kepemimpinan Jokowi dan jajarannya. Katanya, kalau urusan pesawat jatuh saja mereka sudah begitu rapi begini, apalagi jika dihadapkan pada krisis yang lebih buruk.

Tapi di sisi lain, saya awalnya berharap semua penumpang itu terselamatkan. Bayangkan, pesawat jatuh Minggu pagi, tapi harus menunggu hingga Selasa pagi untuk menemukan lokasi TKP terduga. Dan sampai hari ini, Kamis, baru segelintir mayat yang ditemukan. Alasan utama adalah cuaca buruk. Padahal saya pikir, andai pesawat ditemukan lebih cepat, masih ada harapan para penumpang yang terjebak bisa diselamatkan sebelum pesawat sampai di dasar laut. SAR kita tidak tambah pintar. Pasti soal anggaran yang minim jadi kambing hitam.

Apakah ini lagi-lagi permainan opini masyarakat? Bahwa walaupun cuaca "sangat buruk" Basarnas tetap sukses menemukan pesawat yang "hilang" itu dalam 3 hari saja? Masih jauh lebih baik dibanding otoritas Malaysia yang urusan MH730 penuh kesimpangsiuran dan tak selesai juga hingga hari ini?

Inilah memori 2014 dari sudut pandang keselamatan penerbangan.

Sunday, December 28, 2014

Saya INDON dan Saya Bangga

Ada-ada saja bahan untuk menciptakan konflik. Berebut hak orisinalitas makanan lah, hak orisinalitas kesenian lah. Lalu soal sebutan pun bisa jadi pemicu pertengkaran dengan orang serumpun di semenanjung Malaya sana. Orang Malay dan Sing biasa memanggil kita Indon.

Sebenarnya sebutan Indon ini katanya sudah lama dialamatkan ke buruh migran alias TKI kita disana. Karena buruh migran identik dengan pembantu rumah tangga atau kuli bangunan, maka orang Indonesia yang bukan pembantu rumah tangga atau kuli bangunan pun merasa tersinggung. Jadi sebenarnya yang merasa direndahkan siapa sih?

Kalau Anda peduli dengan nasib TKI kita dimanapun, mestinya Anda tak punya masalah untuk duduk sejajar dengan mereka. Apakah derajat Anda lebih tinggi dari mereka? Kalau mereka dipanggil dengan "Indon" oleh majikan Melayu ataupun Peranakan mereka, maka Anda yang jadi majikan di negeri sendiri tidak usah malu.

Dengan sedikit usaha, kita mestinya bisa membelokkan makna "Indon" menjadi lebih terhormat. Orang Indon tak kenal takut. Orang Indon penguasa lautan. Orang Indon bukan budak lembaga keuangan Barat. Orang Indon punya etos kerja, kerja, kerja, bukan pencitraan.

Saturday, December 27, 2014

Bulan Banjir, Akankah Terus Terulang?

Bulan-bulan banjir itu biasanya dimulai dari Desember, lalu lanjut ke Januari dan Februari. Kota-kota yang dilalui sungai mulai terancam. Salah satunya ya Daerah Khusus Ibukota kita Jakarta. Seperti langganan, warga sekitar sungai harus membayarnya secara terpaksa. Mereka pun sedikit demi sedikit menyesuaikan diri dan mulai terbiasa. Kalau air mulai naik, ya pindah ke tempat pengungsian yang ada dimana-mana. Kalau punya uang lebih, mereka bisa bangun rumah hingga 3 lantai. Jadi saat banjir datang mereka tinggal naik ke loteng.

Penyesuaian juga terjadi pada warga kota lainnya yang jauh dari sungai. Jika air mulai meninggi, sukarelawan bermunculan. PKS dan FPI mendirikan posko-posko bantuan. Tagana dan PMI mulai beroperasi di wilayah banjir. Media menyorotkan kameranya dan membuat siaran langsung breaking news bencana. Semua sudah punya peralatan yang dibutuhkan. Semua sudah tahu apa yang mesti dilakukan. Bantuan pun mulai mengalir: makanan siap saji, pakaian bekas pantas pakai, selimut, dan obat-obatan. Semua seperti mengikuti program yang sudah baku.

Akankah skenario drama yang sama dipentaskan terus setiap tahun? Siapa sih yang pernah berjanji akan menghapus banjir dari muka bumi DKI?

Jurus BEJO Taklukkan Negeri Diatas Awan

Di sebuah negeri antah-berantah, pemilihan raja mulai memasuki babak panas. Dua kandidat teratas berhasil menyingkirkan pesaing lainnya. Mereka adalah Adipati Bejo, satria dari pelosok negeri, dan Patih Wowo, tokoh ningrat dari ibukota.

Patih Wowo mengandalkan koneksi selama dia mengurusi angkatan perang kerajaan. Pengikutnya sudah mengagumi dia sejak berhasil mengalahkan angkatan perang negeri tetangga saat memperebutkan gunung emas di perbatasan. Tapi banyak pula yang membencinya karena darah ningrat serta kedekatannya dengan raja lalim di masa lalu. Semua orang masih alergi dengan segala hal berbau si raja lalim.

Adipati Bejo, tokoh dari pelosok negeri. Sebagai seorang Adipati, dia menguasai tanah yang luas dan subur di lereng gunung berapi. Warga lereng gunung berapi menyukai sikap bersahajanya. Sering mereka melihat dia turun ke sawah dan selokan sekedar untuk berbincang dengan petani dan rakyat miskin. Para kuli tinta dan penyair menuliskan bait-bait sanjungan yang sontak membahana di seantero negeri hingga seberang lautan.

Sehari menjelang pemungutan suara akhir, Adipati Bejo mengumpulkan massanya di alun-alun ibukota. Seperti biasa ia melontarkan janji-janjinya yang indah. Seluruh rakyat akan dijamin kesehatannya. Dijamin pendidikannya, juga kesejahteraannya. Jaminannya unik. Semua berupa kartu: kartu pasti sehat, kartu pasti pintar, kartu pasti sejahtera. Banjir besar yang melanda tiap tahun, akan enyah setelah 100 hari ia berkuasa. Jalan raya akan dibangun menghubungkan setiap kota.

Akhirnya, tibalah hari pemilihan raja baru. Para peramal telah menakwilkan mimpi-mimpi bahwa Bejo akan menang mudah. Pada kenyataannya, Bejo memang menang meski selisihnya tipis. Adipati Bejo pun menjadi Paduka Yang Dipertuan Agung Bejo. Akankah ia tetap dicintai rakyatnya?